Makanan Khas Jepang : Sushi
NITA PATRICIA
Sushi adalah salah satu makanan yang memiliki konsep membingungkan namun juga paling lezat di seluruh dunia. Mungkin ide menyantap ikan mentah terdengar menakutkan pada awalnya, akan tetapi ada alasan dibalik suguhan yang menjadi santapan kesukaan masyarakat di Jepang ini selama berabad-abad dan kenapa dalam beberapa tahun terakhir ini sushi mejadi begitu populer di seluruh belahan dunia.
Meskipun sushi versi barat (seperti California roll) kini telah cukup populer dikenal banyak orang, satu gigitan saja dari sushi khas Jepang sudah cukup untuk menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Rendah lemak namun tinggi protein, karbohidrat, vitamin, dan asam omega. Sushi bukan sekedar salah satu makanan paling sehat di dunia namun juga merupakan makanan yang memiliki rasa lezat yang tidak banyak makanan lain dapat menyerupainya.
Ahli sushi, atau disebut taisho, bekerja dengan penuh rasa hormat dalam menjalani profesinya. Seorang taisho memperlakuan proses pembuatan sushi layaknya sebuah karya seni setelah menempuh puluhan tahun masa pelatihan. Maka dari itu agaknya sangat penting untuk mengetahui ragam cara dan sikap yang ada dalam menyantap sushi sehingga akan membuat pengalaman lezat ini terasa lebih istimewa.
Sejarah
Pada awalnya, sushi adalah salah satu cara proses pengawetan ikan. Pertama kali dikenalkan pada masyarakat Jepang dari Asia Tenggara di abad ke-8, salah satu proses pengawetan ikan dilakukan dengan dengan cara membungkus isi perut ikan dalam balutan beras yang sudah terfermentasi. Proses ini membuat ikan menjadi lebih tahan saat disimpan dalam waktu yang lama, tetapi ternyata dahulu nasi yang digunakan untuk membungkus tidak ikut dimakan. Seiring berjalannya waktu, ikan yang digunakan akhirnya dimakan bersamaan dengan nasi pembungkus dan kemudian menjadi makanan pokok Jepang. Jenis sushi ini disebut nare-zushi yang masih bisa ditemukan sampai hari ini.
Setelah bertahun-tahun lamanya, nare-zushi berkembang sesuai dengan ciri khas masing-masing wilayah. Oshi-zushi dikenal dengan baik di Osaka, sedangkan di Shiga lebih dikenal lewat funa-zushi yang berasal dari Danau Biwa.
Haya-zushi atau sushi “cepat saji” ditemukan untuk pertama kali di abad 19 oleh Hanaya Yohei. Sushi inilah yang kini dikenal di seluruh dunia dengan nama nigiri-zushi. Potongan ikan segar dari Teluk Edo (kini Tokyo) bersama nasi cuka disajikan di sushi yatai (kedai makanan) yang tersebar di seluruh Tokyo. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa sushi tipe ini menjadi dikenal di seluruh Jepang dikarenakan gempa Kanto pada tahun 1923 yang menyebabkan para pembuat sushi di Tokyo mengevakuasikan dirinya kembali ke kampung halaman dan menyebarkan budaya sushi di tempat masing-masing.


.jpg)
Comments
Post a Comment